Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Bakat Multitalenta

Siapa yang tidak berdecak kagum menyaksikan kebolehan anak-anak berbakat di televisi atau di mana pun. Yang lebih mencengangkan, jika talenta mereka ternyata tidak hanya satu. Ada yang jago main piano, menyanyi, sekaligus menguasai beberapa bahasa. Ada yang pintar menulis, bahkan sudah menerbitkan sebuah novel dan masih dikaruniai anugerah suara merdu serta kemahiran bermain piano. Wahharus bagaimana jika ternyata di rumah, buah hati kita juga menunjukkan kemampuan dan minat lebih dari satu?

MARI MENGENAL SI MULTITALENTA KETAHUILAH,

Bu-Pak, anak multitalenta menguasai beberapa bakat di beberapa bidang sekaligus, dan semuanya berkembang dengan luar biasa. Dalam sebuah literatur disebutkan bahwa bakat anak dapat dikelompokkan dalam 2 bagian besar, yaitu:

* Bakat Akademis

Bakat akademis pun dibagi lagi menjadi 2, yakni bakat akademis secara umum dan khusus. Anak yang mempunyai bakat akademis secara umum adalah anak yang menguasai hampir seluruh mata pelajaran dengan hasil maksimal. Sedangkan anak dengan bakat akademis khusus adalah anak yang hanya menguasai beberapa mata pelajaran saja. Misalnya ada anak yang berbakat di bidang matematika atau IPA, sedangkan mata pelajaran lainnya biasa-biasa saja.

* Bakat khusus

Yang dimaksud dengan bakat khusus adalah kelebihan yang dimiliki anak di bidang selain kemampuan akademis. Misalnya seni rupa, seni musik, seni suara, kemampuan berbahasa, olahraga dan sebagainya.

Tidak gampang memang melabeli anak dengan sebutan multitalenta. Apa saja cirinya? Simak saja penuturan Felicia Irene, M.Psi., dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPT UI).

- Mempunyai bakat lebih dari satu, baik di bidang akademis dan bidang khusus ataupun beberapa bidang khusus sekaligus.

- Umumnya mempunyai tingkat kecerdasan superior.

Dengan tingkat kecerdasan seperti itu, anak dengan mudah mempelajari beberapa bidang sekaligus secara cepat. Daya tangkap mereka memang luar biasa.

- Memiliki minat yang luas. Tidak cukup mempelajari satu-dua bidang saja, karena anak multitalenta tidak pernah puas dengan apa yang sudah dikuasainya.

Selain mereka, anak-anak yang dibesarkan dalam keluarga dengan keahlian tertentu besar kemungkinan dianugerahi multitalenta. Misalnya anak yang dibesarkan oleh keluarga pemusik biasanya akan menguasai beberapa alat musik sekaligus dan bisa menyanyi dengan baik. Oleh karena seni terkait dengan olahrasa, maka biasanya anak ini pun peka terhadap keindahan, dan bukan tidak mungkin kepekaan ini menuntunnya untuk bisa melukis, mampu mencipta puisi, dan sebagainya.

MENDAMPINGI SI MULTITALENTA

clip_image001Untuk anak-anak usia 6-12 tahun sebaiknya semua talenta yang ada difasilitasi. "Mengikutkan anak pada kursus sesuai bakatnya atau membelikan barang-barang yang menunjang bakatnya bisa dilakukan," saran Felicia.

Caranya ajak anak bicara tentang apa yang diinginkannya. Jangan lupa, memfasilitasi tidak sama dengan memaksa anak melakukan ini-itu dan memberinya target tertentu supaya terus berprestasi. "Memfasilitasi sekadar mempermudah jalan yang dilalui anak untuk mengembangkan bakatnya tersebut," perincinya.

* Coba perhatikan perkembangannya, apakah anak merasa enjoy dengan kegiatan barunya di sekolah atau tempat kursus? Dari situ orang tua bisa mengukur seberapa besar bakat anak di bidang yang sedang ditekuninya. "Anak-anak berbakat biasanya lebih cepat menguasai semua yang diajarkan."

* Kembangkan saja semua bakat yang dimiliki anak. Itu lebih baik daripada memilihkan salah satunya dengan maksud agar ditekuni secara maksimal. "Biar saja anak usia ini merasakan semuanya dulu. Setelah remaja, dengan sendirinya dia akan memilih satu atau dua yang dirasa paling pas dengan jiwanya," saran Felicia.

Namun, bukan berarti orang tua boleh mengkursuskan anaknya ke mana saja tanpa melalui pertimbangan. Satu hal yang tak bisa dipungkiri adalah biaya kursus ini-itu yang tidak murah.

Lalu bagaimana seandainya kondisi keuangan orang tua terbatas? Saran Felicia, "Manfaatkan saja tawaran kunjungan yang belakangan banyak ditawarkan tempat-tempat kursus. Undangan semacam ini biasanya gratis, sehingga orang tua bisa mengamati terlebih dahulu benarkah anaknya berbakat di bidang tersebut atau sekadar ingin tahu saja."

* Perhatikan, apakah selama 3 bulan ikut kursus tertentu anak menunjukkan kemajuan yang pesat? Atau justru sebaliknya, setiap tiba waktunya kursus, ia harus selalu dibujuk-bujuk dulu supaya mau berangkat. Seiring dengan berjalannya waktu, mana yang benar-benar bakat dan mana yang bukan akan terlihat jelas, kok.

* Ajaklah anak menyaksikan atraksi atau kompetisi yang sesuai dengan minatnya.

* Kalau ada kesempatan, tak ada salahnya menjajal kemampuan anak dengan mengikutkannya ke berbagai ajang perlombaan. Namun, pastikan bukan kemenangan yang menjadi target. Pengalaman bertemu anak-anak lain yang punya bakat dan minat sama adalah yang lebih penting.

* Orang tua harus terus mengamati perkembangan bakat anak dan objektif dalam memberi penilaian.

* Bantu anak menekuni bidang yang diminatinya dengan memberikan dukungan.

* Jangan bandingkan bakat anak dengan anak lain.

AGAR TAK JADI BUMERANG

BILA anak benar-benar dikaruniai multitalenta, selanjutnya orang tua harus lebih berhati-hati menentukan langkah. Biasanya anak-anak multitalenta ini "disorot" oleh lingkungan karena kelebihannya. Entah itu sering dipuji guru, kerap dijadikan contoh, tampil di berbagai acara, dan sebagainya. Alangkah tidak baik jika segala puja-puji tersebut malah menjadi bumerang bagi anak. Pujian memang tetap perlu diberikan, tapi sesuaikan dengan proporsinya.

Jangan sampai anugerah berupa multitalenta membuatnya jadi anak sombong, haus akan perhatian, kena sindrom selebriti, senang pamer kemampuan, dan sebagainya. Supaya hal ini tidak terjadi, Felicia menyarankan, ada baiknya seorang anak dengan multitalenta bertemu anak lain yang punya kelebihan kurang lebih sama. Tujuannya agar ia tahu rasanya menjadi nomor dua, sekaligus menyadarkan bahwa ada juga orang lain yang jauh lebih hebat darinya.

Orang tua pun harus selalu mengingatkan anak bahwa bakat yang dimilikinya adalah anugerah Tuhan yang harus disyukuri. Kelebihan tersebut tidak boleh membuatnya lupa diri, melainkan harus bisa memberikan kebahagiaan bagi orang lain.

Positifnya, di usia ini anak sedang memasuki tahapan industry-inferiority dimana ia sudah termotivasi untuk berprestasi dan menguasai salah satu keterampilan yang kelak berguna bagi hidupnya. Anak yang memiliki multitalenta sudah punya modal cukup kuat sehingga harga diri dan rasa percaya dirinya pun kelak akan berkembang secara positif.

BERBAKAT VS TEKUN

PENEMU teori relativitas, Albert Einstein mengatakan bahwa pada akhirnya bakat hanya akan berperan 1%, sedangkan sisanya adalah kerja keras. Fenomena anak multitalenta ini pun tak lepas dari pendapat tersebut. Adakalanya bakat yang dimiliki tidak terlalu dominan, tetapi karena si anak tekun maka semua yang dipelajarinya bisa membuahkan hasil.

Pada anak usia 6-12 tahun, tukas Felicia, beda antara talenta dengan tekun memang tipis sekali. "Di usia ini jargon practice make perfect justru sangat kuat. Apakah anak yang berbakat dengan anak yang tekun menghasilkan permainan piano yang berbeda? Tentu saja tidak," kata Felicia.

Yang terlihat berbeda justru pada prosesnya. Anak yang berbakat tidak perlu berlatih sekeras anak yang tekun untuk mencapai hasil yang sama.

Lalu bagaimana dengan anak-anak yang menguasai beberapa bidang tetapi kemampuannya serbatanggung? Misalnya, ada anak yang bisa menyanyi sedikit, main piano sedikit, dan menggambar sedikit, apakah ia memiliki multitalenta?

"Tentu saja tidak. Kemampuan yang serbasedikit belum bisa dijadikan modal untuk sebutan multitalenta," kata Felicia. Kemampuan yang dimiliki anak multitalenta haruslah terlihat menonjol dibanding usianya atau anak-anak lain pada umumnya.

Kembangkan bakatmu!!!

Semoga bermanfaat… Amin…

snailairplanemoneycoffeeguy_handsacrossamericapizza

Read Full...

Sistem Tranparansi Nilai

Nama : Sonny Triyo W

Nim/Off : 107533411083/B

Jurusan/Prodi : Teknik Elektro/S1 PTI

Sistem transparansi nilai adalah suatu bentuk pengumuman tentang nilai yang diperoleh siswa secara tertulis. Bagaimanakah transparansi nilai dalam dunia pendidikan di indonesia? Sistem transparansi nilai bertujuan untuk memotivasi siswa agar lebih giat dalam belajarnya. Manfaat sistem transparansi nilai adalah siswa dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan metode belajar yang telah diterapkannya.

Sistem transparansi nilai sangat penting dalam dunia pendidikan. Pendidikan tidak lepas dari nilai/skor. Setiap akhir semester pasti ada suatu penilaian akhir terhadap kompetensi dasar yang telah ditempuh oleh para siswa. Dalam kegiatan belajar mengajar kita mengenal adanya nilai kognitif, nilai afektif dan nilai psikomotorik. Nilai kognitif adalah nilai yang diperoleh siswa ketika mengerjakan tugas dan ujian. Nilai afektif adalah nilai nilai kepribadian dari setiap siswa. Nilai afektif meliputi sifat, tingkah laku, kesopanan, kebersihan, kerapian dan lain-lain yang berhubungan dengan pribadi siswa. Sedangkan nilai psikomotorik adalah nilai yang diperoleh siswa ketika melakukan praktikum. Dalam dunia perkuliahan terdapat sistem kredit semester (sks). Setiap mahasiswa harus menyelesaikan sks yang telah ditentukan untuk memperoleh gelar tertentu. Setiap akhir semester akan diadakan penilaian terhadap mata kuliah yang telah ditempuh mahasiswa. Mahasiswa mengetahui tentang kelulusannya melalui penilaian akhir tersebut. Setelah mengetahuinya, mahasiswa akan menentukan sks yang akan ditempuh pada semester berikutnya sesuai dengan IP yang diperolehnya. Begitu sangat berharganya nilai dalam menentukan kelulusan serta masa depan siswa. Sehingga diperlukan adanya sistem transparansi nilai yang jelas.

Perkembangan pendidikan di indonesia harus disertai dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang positif, agar perkembangannya ke arah positif pula. Salah satunya adalah penerapan sistem transparansi nilai. Selama ini transparansi nilai di indonesia sangat kurang. Banyak dari para pendidik dalam pendidikan formal yang tidak menerapkan transparansi nilai. Para pendidik cenderung malas untuk menginformasikan hasil penilaian terhadap siswanya. Sistem transparansi nilai yang kurang jelas akan menimbulkan spekulasi-spekulasi, baik positif maupun negatif. Penilaian oleh sebagian dari pendidik cenderung dilakukan berdasarkan penilaian subjektif. Sebagian dari para pendidik melakukan penilaian atas dasar kedekatannya dengan siswa. Padahal pendidik itu harus adil terhadap semua siswanya. Hal itu disebabkan oleh tidak diterapkannya sistem transparansi nilai dalam dunia pendidikan di indonesia.

Pada saat ini banyak sekali permasalahan tentang sistem transparansi nilai. Para pendidik kurang transparan dalam memberikan nilai. Mereka cenderung tidak mengumumkan hasil penilaiannya terhadap siswa. Ada motif-motif tertentu dibalik tidak adanya pengumuman hasil penilaian. Antara lain malas, KKN, tidak suka mengajar, tidak ada waktu untuk mengumumkan, salah satu usaha untuk meningkatkan motifasi belajar atau motif-motif lain yang belum kami ketahui. Padahal, pada saat ini kita dituntut untuk bersifat terbuka.

Kurang transparannya nilai akan menimbulkan konflik lahir maupun batin. Konflik batin timbul, ketika seorang siswa mendapat nilai yang tidak sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya. Konflik batin yang berkepanjangan akan menurunkan prestasi siswa bahkan dapat berubah menjadi konflik lahir. Ketika siswa tidak senang terhadap penilaian gurunya, mereka akan melakukan aksi-aksi protes yang positif maupun negatif. Aksi positif adalah ketika mereka menanyakan secara langsung tentang nilai yang diperolehnya, kemudian melakukan protes serta meminta nasehat. Sedangkan aksi negatif adalah mereka melakukan aksi anarkis terhadap guru yang tidak disukainya

Fungsi dari sistem transparansi nilai adalah untuk memberikan kejelasan status nilai yang diperoleh siswa. Dari fungsi diatas cukup jelas bahwa permasalahan tentang spekulasi nilai diakibatkan oleh kekurangjelasan dari sistem transparansi nilai. Siswa dapat mengetahui, darimanakah nilai yang diperolehnya pada akhir semester melalui pengumuman-pengumuman nilai, terutama nilai kognitif dan psikomotorik. Sehingga siswa dapat melakukan komplain dari nilai yang diperolehnya. Pendidik juga dapat memberikan penjelasan kepada siswanya dari rekap nilai yang terkumpul. Sehingga dapat terjadi kesepakatan antara siswa dan pendidiknya.

Sistem transparansi nilai yang membangkitkan motivasi siswa dalam belajar. Setiap siswa pasti mempunyai motivasi dalam belajar. Mereka mempunyai motivasi untuk dapat menyelesaikan pekerjaannya sebagai siswa. Motivasi siswa dapat dirangsang dengan berbagai macam cara. Salah satunya dengan pemberian nilai yang jujur, ojektif, dan transparan. Penilaian yang objektif akan memberikan motivasi lebih kepada siswa yang benar-benar ingin berkompetisi. Penilaian yang objektif akan menghasilkan persaingan yang positif. Salah satu bentuk penilaian objektif adalah dengan sistem transparansi nilai.

Siswa pasti akan merasa senang apabila hasil pekerjaannya mendapatkan nilai yang bagus, sebaliknya mereka akan merasa sedih apabila pekerjaannya mendapatkan nilai yang jelek. Tetapi seorang siswa yang mendapat nilai jelek akan merasa senang dan mengoreksi kesalahannya, jika pekerjaannya tersebut diselesaikan sendiri. Karena mereka mempunyai motivasi belajar yang tinggi. Berbeda dengan seorang siswa yang mendapat nilai bagus, tetapi mengutip pekerjaan teman lain. Mereka akan merasa senang, akan tetapi kesenangan sesaat. Karena dalam diri mereka pasti ada kekawatiran, bagaimana kalau nanti mereka ditanya tentang cara mengerjakan tugas tersebut.

Sistem transparansi nilai yang melemahkan motivasi siswa dalam belajar. Seorang siswa yang merasa dikecewakan memiliki dua kemungkinan dalam proses belajar. Pertama mereka akan semakin giat belajar untuk membuktikan bahwa penilaian gurunya salah. Kedua mereka akan patah semangat karena mereka berprinsip “buat apa belajar, toh nanti juga dapat nilai yang jelek”. Kemungkinan kedua tersebut lebih sering terjadi. Siswa yang sudah berusaha sekuat tenaga untuk memperbaiki nilai tetap mendapatkan nilai yang tidak fair. Disitulah letak kurang transparannya penilaian terhadap siswa.

Sistem transparansi nilai yang mematikan bakat dari siswa berbakat. Adakalanya bakat siswa dimatikan oleh transparansi nilai yang kurang jelas. Seorang guru yang memberikan nilai yang tidak fair akan menenggelamkan bakat siswa. Mereka akan tenggelam karena nilainya jelek, padahal siswa tersebut berbakat. Hal tersebut sangat disayangkan. Betapa tidak, bakat siswa yang seharusnya dapat diasah menjadi lebih baik, tetapi hilang karena penilaian yang kurang transparan.

Saran bagi guru, jadilah pendidik yang adil, arif dan bijaksana serta menjadi contoh yang baik bagi siswanya…

turtlebatrosecarhandcuffsrose_wilted

Read Full...

Perkembangan Peserta Didik

Hakikat Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta Didik

I. Definisi Pertumbuhan dan Perkembangan

Menurut pendapat para ahli :

1. Drs.H.M.Arifin,M.Ed

Pertumbuhan adalah suatu penambahan dalam ukuran bentuk dimensif tubuh serta bagian-bagiannya. Perkembangan adalah perubahan dalam bentuk/bagian tubuh dan integrasi pelbagai bagiannya ke dalam satu kesatuan fungsional bila pertumbuhan itu berlangsung. Pertumbuhan dapat diukur sedangkan perkembangan dapat diamati gejala-gejalanya. Perkembangan dipersyarati oleh pertumbuhan.

2. Boring, Langfeld, dan Weld

Pertumbuhan dan perkembangan dicakup dalam satu kata yaitu “Kematangan”. Alasannya , manusia itu disebut “Matang” jika pisik dan psikisnya telah mengalami pertumbuhan dan perkembangan sampai pada tingkat tertentu.

3. H.C Witherington

Pertumbuhan merupakan suatu sifat umum dari seluruh organism, seluruh personalitas atau kepribadian. Sedangkan perkembangan sebagai suatu bagian dari pertumbuhan menunjuk pada perluasan fungsi-fungsi secara terperinci.

4. Karl C Garrison

Secara explicit menjelaskan bahwapertumbuhan dan perkembangan secara pisik dan psikis.

5. Crow dan crow

Pertumbuhan pada umumnya terbatas pengertiannya pada perubahan-perubahan structural dan psikologis dari awal janin melalui periode-periode sebelum lahir dan setelah lahir sampai dewasa.

6. Spiker

Ada dua macam pengertian perkembangan :

1. Ortogenetik, yaitu yang berhubungan dengan perkembangan sejak terbentuknya individu baru dan seterusnya sampai dewasa.

2. Filogenetik, yaitu perkembangan dari asal-usulmanusia sampai sekarang ini.

Dari beberapa pendapat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa :

· Pertumbuhan merupakan proses perubahan secara fisik/fisiologis yang bersifat progresif dan kontinou serta berlangsung dalam periode tertentu.

· Perkembangan merupakan suatu proses perubahan yang bersifat progresif dan menyebabkan tercapainya kemampuan dan karakteristik psikis yang baru.

· Pertumbuhan dan perkembangan saling berkaitan. Berkat adanya pertumbuhan pada anak maka suatu saat akan tercapai kematangan.

· Perbedaan antara pertumbuhan dan perkembangan menunjukkan perubahan biologis secara kuantitatif sedangkan perkembangan menujukkan perubahan biologis secara kualitatif.

II. Faktor-faktor Dasar Pertumbuhan dan Perkembangan

Dibagi menjadi dua :

1. Faktor Internal

· Faktor gentik yang diwariskan dari orang tuanya. Perkembangan yang diwariskan antara lain berupa kecerdasan dan temperamen.

· Faktor kematangan baik secara fisik maupun psikologis

2. Faktor Eksternal

· Kesehatan fisik maupun jiwa

· Makanan sehari-hari

· Stimulasi lingkungan, baik lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat

· Agama/kepercayaan

III. Fase-fase Perkembangan

Dibagi menjadi dua golongan :

1. Pendapat golongan pertama

· L.C.T Bigot, Ph kohnstam dan B.G Palland yang dikutip oleh Drs.B simanjuntak, SH sebagai berikut :

1. Masa bayi dan kanak 0-7

a. Masa bayi : 0-1

b. Masa kanak :

- Masa vital : 1-2

- Masa estitis : 2-7

c. Masa sekolah/intelektuil : 7-13

d. Masa social : 13-21

- Masa pueral : 13-14

- Masa prae pubertas : 14-15

- Masa pubertas : 15-18

- Masa adolescence : 18-21

· Elizabeth B Hurlock menulis bahwa jika dibagi berdasarkan bentuk-bentuk perkembangandan pola-pola perilaku yang Nampak khas pada usia-usia tertentu, maka fase kehidupan terdiri atas sebelas masa, yaitu :

1. Prenatal : saat konsepsi sampai lahir

2. Masa neonatus : lahir sampai akhir minggu kedua setelah lahir

3. Masa bayi : akhir minggu kedua sampai akhir tahhun kedua

4. Masa kanak-kanak awal : 2-6 tahun

5. Masa kanak-kanak akhir : 6-10/11 tahun

6. Pubertas/pre adolescence : 10/12-13/14 tahun

7. Masa remaja awal : 13/14-17 tahun

8. Masa remaja akhir : 17-21 tahun

9. Masa dewasa : 21-40 tahun

10. Masa setengah baya : 40-60 tahun

11. Masa tua : 60 tahun-wafat

2. Pendapat golongan kedua

Menurut Kwee Soen Liang, SH membagi masa pubertas sebagai berikut

1. Pra puberteit laki-laki : 13-14 tahun (fase negatif)

wanita : 12-13 tahun (Sturmunddrang)

2. Puberteit laki-laki : 14-18 tahun (merindu)

wanita : 13-18 tahun (puja)

3. Adolescence laki-laki : 19-23 tahun

wanita : 18-21 tahun

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa

Secara teoretis dan empiris dari segi psikologis, rentangan usia remaja, berada dalam usia 12-21 tahun bagi wanita, 13-22 bagi pria. Jika dibagi atas remaja awal dan remaja akhir, maka remaja awal berada dalam usia 12/13-17/18 tahun dan remaja akhir dalam usia 17/18-21/22 tahun. Sedangkan periode sebelum masa remaja dissebut sebagai ambang pintu masa remaja atau sering disebutperiode pubertasi. Pubertas jelas berbeda dengan masa remajameskipun bertumpang tindih dengan masa remaja awal.

Read Full...

Motivasi Belajar

A. Motivasi dan pentingnya motivasi

1. pengertian motivasi

Motif adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu. Atau Motif adalah suatu pernyataaan yang kompleks di dalam suatu organisme yang mengarahkan tingkah laku/perbuatan ke suatu tujuan atau perangsang.

Motivasi belajar adalah proses internal yang mengaktifkan, memandu dan mempertahankan perilaku dari waktu ke waktu. Individu termotivasi karena berbagai alasan yang berbeda, dengan intensitas yang berbeda. Sebagai misal, seorang siswa dapat tinggi motivasinya untuk menghadapi tes ilmu sosial dengantujuan mendapatkan nilai tinggi (motivasi ekstrinsik) dan tinggi motivasinya menghadapi tes matematika karena tertarik dengan mata pelajaran tersebut (motivasi intrinsik).

Pada umumnya suatu motivasi atau dorongan adalah suatu pernyataan yang kompleks di dalam suatu organisme yang mengarahkan tingkah laku terhadap suatu tujuan, dan perangsang (incentive). Tujuan adalah yang menentukan dan membatasi tingkah laku organisme itu. 

2. pentingnya motivasi dalam belajar

motivasi belajar penting bagi siswa dan guru. Bagi siswa pentingnya motivasi belajar adalah sebagai berikut:

· Menyadarkan kedudukan pada awal belajar, proses , dan hasil akhir.

· Menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar, yang dibandingkan dengan teman sebaya

· Mengarahkan kegiatan belajar

· Membesarkan semangat belajar

· Menyadarkan tentang adanya perjalanan belajar dan kemudian bekerja (di sela-selanya adalah istirahat atau bermain) yang berkesinambungan.

B. Jenis dan Sifat Motivasi

  1. Jenis Motivasi

Para ahli ilmu jiwa mempumyai pendapat bahwa motivasi dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu motivasi primer dan motivasi sekunder.
1. Motivasi Primer
Motivasi primer adalah motivasi yang didasarkan pada motif-motif dasar. Motif-motif dasar tersebut umumnya berasal dari segi biologis, atau jasmani manusia. Manusia adalah mahluk berjasmani, sehingga perilakunya terpengaruh oleh insting atau kebutuhan jasmaninya. Di antara insting yang penting adalah memelihara, mencari makan, melarikan diri, berkelompok, mempertahankan diri, rasa ingin tahu, membangun, dan kawin. (Koeswara, 1989: Jalaludin Rachmat.1991)
Freud berpendapat bahwa insting memiliki empat ciri, yaitu tekanan, sasaran, objek dan sumber.
• Tekanan. Tekanan adalah kekuatan yang memotivasi individu untuk bertingkah laku, semakin besar energi dalam insting, maka tekanan terhadap individu semakin besar.
• Sasaran. Sasaran insting adalah kepuasan atau kesenangan, kepuasan tercapai apabila tekanan enargi pada insting berkurang.
• Objek. Objek insting adalah hal-hal yang memuaskan insting, hal-hal yang memuaskan insting tersebut dapat berasal dari luar individu atau dari dalam individu.
• Sumber. Sumber insting adalah keadaan kejasmaniaan individu.
Insting manusia dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu insting kehidupan (life instinct) dan insting kematian (death instinct). Insting-insting kehidupan terdiri dari insting yang bertujuan memelihara kelangsungan hidup. Insting kehidupan tersebut berupa makan, minum, istirahat, dan memelihara keturunan. Insting kematian tertuju pada penghancuran, seperti merusak, menganiaya, atau membunuh orang lain atau diri sendiri.
2. Motivasi Sekunder
Motivasi sekunder adalah motivasi yang dipelajari. Menurut beberapa ahli, manusia adalah makhluk sosial. Perilakunya tidak hanya terpengaruh oleh faktor bilogis saja, tetap juga faktor-faktor sosial. Perilaku manusia terpengaruh oleh tiga komponen penting seperti
a) Komponen afektif, komponen afektif adalah aspek emosional. Komponen ini terdiri dari motif sosial, sikap dan emosi.
b) Komponen kognitif, komponen kognitif adalah aspek intelektual yang terkait dengan pengetahuan.
c) Komponen konatif, komponen konatif adalah tekait dengan kemauan dan kebiasaan bertindak.
Perilaku motivasi sekunder juga terpengaruh oleh adanya sikap. Sikap adalah suatu motif yang dipelajari. Ciri-ciri sikap (a) merupakan kecenderungan berfikir, mersa, kemudian bertindak, (b) memiliki daya dorong bertindak, (c) relatif bersifat tetap, (d) berkecenderungan melakukan penilaian, dan (e) dapat timbul dari pengalaman, dapat dipelajari atau berubah.
Perilaku juga terpengaruh oleh emosi. Emosi menunjukkan adanya sejenis kegoncangan seseorang. Emosi memiliki fungsi sebagai (a) pembangkit energi, (b) pemberi informasi pada orang lain, (c) pembawa pesan dalam berhubungan dengan orang lain, (d) sumber informasi tentang diri seseorang.

Perilaku juga terpengaruh oleh adanya pengetahuan yang dipercaya. Pengetahuan tersebut dapat mendorong terjadinya perilaku. Perilaku juga terpengaruh oleh kebiasaan dan kemauan. Kebiasaan merupakan perilaku menetap, berlangsung otomatis. Kemauan seseorang timbul karena adanya (a) keinginan yang kuat untuk mencapai tujuan, (b) pengetahuan tentang cara memperoleh tujuan, (c) energi dan kecerdasan, (d) pengeluaran enrgi yang tepat untuk mencapai tujuan

Penentuan jenis-jenis motivasi dapat ditentukan berdasarkan pendekatan-pendekatan yang digunakan. Ada 3 macam pendekatan yang dapat digunakan untuk menentukan jenis-jenis motivasi, antara lain:

a. Pendekatan kebutuhan

Kebutuhan manisia bersifat bertingkat-tiungkat. Pemuasan terhadap tingkat kebutuhan tertentu dapat dilakukan apabila tingkat kebutuhan sebelumnya telah mendapat pemuasan. Kebutuhan-kebutuhan tersebut yaitu:

· Kebutuhan fisiologis, kebutuhan primer yang harus dipuaskan terlebih dahulu yang terdiri dari kebutuhan sandang, pangan dan papan.

· Kebutuhan keamanan, baik keamanan batin maupun keamanan benda

· Kebutuhan social yang terdiri dari kebutuhan perasaan untuk diterima orang lain, perasaan dihormati, kebutuhan untuk berprestasi, kebutuhan perasaan untuk berpartisipasi.

· Kebutuhan berprestise, yaitu kebutuhan yang erat hubungannya dengan status seseorang..

b. Pendekatan Fungsional

pendekatan ini berdasarkan konsep-konsep motivasi, yaitu penggerak, harapan dan insentif. Penggerak adalah yang memberiakn tenaga tetapi tidak membimbing, pada diri siswa terdapat 2 sumber tenega, yaitu sumber eksternal yaitu stimulus yang diberikan oleh lingkungan, stimulus yang masuk dari luar, sampai pada korteks melalui jalur tertentu, yakni melalui mekanisme syaraf sehingga timbul tenaga penggerak. Sumber internal yaitu alur pikiran, symbol-simbol dan fantasi dari pada korteks mislnya mimpi di tengah hari.

Harapan adalah keyakinan sementara bahwa suatu hasil akan diperoleh setelah dilakukannya suatu tindakan tertentu. Harapan-harapan menunjukkan rentang antara ketentuan sebyektif bahwa sesuatu akan terjadi, dan ketentuan objektif sesuatu tidak akan terjadi, dan ketentuan objektif sesuatu tidak akan terjadi. Salah satu harapan ialah motif berprestasi, yaitu harapan untuk memperoleh kepuasan dalam penguasaan perilaku yang menantang dan sulit.

Insentif adalah objek tujuan yang actual. Insentif dapat diberikan dalam bentuk konkret atau simbolik.insentif menimbulkan dan menggerakkan perbuatan, jik disosialisasikan dengan stimulans tertentu dengan bentuk tanda-tanda akan mendapatkan sesuatu, misalnya guru mengharapkan siswa berupaya lebih keras dengan cara merangsng merek dengan kemungkinana mendapat hadiah dimana siswa melakukan antisipasi dan mengharapkan sesuatu.

c. Pendekatan Deskriptif

Jenis-jenis motivasi di tinjau dari pengertian-pengertian deskriptif yang menunjukkan kejadian-kejadian yang dapat diamati

  1. sifat motivasi

Sifat motivasi belajar terdiri dari motivasi instrinsik dan ekstrinsik.

1. Motif Intrinsik

Motif intrinsik adalah motif yang timbul dari dalam seseorang untuk berbuat sesuatu atau sesuatu yang mendorong bertindak sebagaimana  nilai-nilai yang terkandung di dalam obyeknya itu sendiri.

Motivasi intrinsik merupakan pendorong bagi aktivitas dalam pengajaran dan dalam pemecahan soal. Keinginan untuk menambah pengetahuan dan wawasan, keinginan untuk memahami sesuatu hal, merupakan faktor intrinsik yang ada pada semua orang .

2. Motif Ekstrinsik

Motif ekstrinsik adalah motif yang timbul dari luar/lingkungan. Motivasi ekstrinsik dalam belajar antara lain berupa penghargaan, pujian, hukuman, celaan atau ingin meniru tingkah laku seseorang

Maslow dan Rogers mengakui pentingnya motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Menurut Maslow setiap individu bermotivasi untuk mengaktualisasi diri. Ia menemukan 15 ciri orang yang mampu mengaktualisasi diri. Ciri tersebut adalah (a) berkemampuan mengamati suatu realitas secara efisien, apa adanya, dan terbatas dari subjektivitasnya, (b) dapat menerima diri sendiri, orang lain, secara sewajarnya, (c) berperilaku spontan, sederhana, dan wajar, (d) terpusat pada masalah atau tugasnya, (e) memiliki kebutuhan privasi atau kemandirian yang tinggi, (f) memiliki kebebasan dan kemandirian terhadaplingkungan dan kebudayaannya, (g) dapat menghargai dengan rasa hormat dan penuh gairah,(h) dapat mengalami pengalaman puncak, (i ) memiliki rasa keterikatan, solidaritas kemanusiaan yang tinggi, (j) dapat menjalin hubungan pribadi yang wajar, (k) memiliki watak terbuka dan bebas prasangka, (l) memiliki standar kesusilaan tinggi, (m) memiliki rasa humor terpelajar, (n) memiliki kreativitas dalam bidang kehidupan, (o) memiliki otonomi tinggi.

clip_image001 Prinsip Motivasi Belajar

Belajar didefinisikan sebagai perubahan perilaku yang mantab serta diakibatkan oleh pengalaman. Belajar adalah suatu hal yang membedakan antara manusia dan binatang. Ada banyak perilaku perubahan pengalaman, serta dianggap sebagai faktor-faktor penyebab dasar dalam belajar. Para ahli pendidikan dan psikolog sependapat bahwa motivasi amat penting untuk keberhasilan belajar.

Pembahasan motivasi belajar tidak bisa terlepas dari masalah-masalah psikologi dan fisiologi, karena keduanya ada saling keterkaitan.  Yang perlu di pahami dalam Prinsip-prinsip motivasi belajar adalah sebagai berikut:

Ø        Memuji lebih baik daripada mencela.

Perlu diketahui bahwa manusia cenderung akan mengulangi perbuatan yang mendapat pujian atau apresiasi dari pihak lain

Ø        Memenuhi kebutuhan psikologi

Ø        Motivasi intrinsik lebih efektif daripada ekstrinsik

Ø        Keserasian antara motivasi

Ø        Mampu manjelaskan tujuan pembelajaran

Ø        Menumbuhkan perilaku yang lebih baik

Ø        Mampu mempengaruhi lingkungan

Ø        Bisa diaplikasikan dalam wujud yang nyata.

Dalam proses pembelajaran, meningkatkan motivasi belajar melibatkan pihak-pihak sebagai berikut.

1. Siswa

Siswa bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri untuk meningkatkan motivasi belajar pada dirinya agar memperoleh hasil belajar yang memuaskan.  Motivasi berupa tekad yang kuat dari dalam diri siswa untuk sukses secara akademis, akan membuat proses belajar semakin giat dan penuh semangat.

2. Guru

Guru bertanggungjawab memperkuat motivasi belajar siswa lewat penyajian bahan pelajaran, sanksi-sanksi dan hubungan pribadi dengan siswanya. Dalam hal ini guru dapat melakukan apa yang disebut dengan menggiatkan anak dalam belajar. Usaha-usaha yang digunakan dalam mengiatkan  adalah :

a. Mengemukakan pertanyaan

b. Memberi ganjaran

c. Memberi hadiah

d. Memberi hukuman/sanksi

Kreativitas serta aktivitas guru harus mampu menjadi inspirasi bagi para siswanya. Sehingga siswa akan lebih terpacu motivasinya untuk belajar, berkarya, dan berkreasi. 

3. Orang tua atau keluarga dan lingkungan

Tugas memotivasi belajar bukan hanya tanggungjawab guru semata, tetapi orang tua juga berkewajiban memotivasi anak untuk lebih giat belajar. Selain itu motivasi sosial dapat timbul dari orang-orang lain di sekitar siswa, seperti dari tetangga, sanak saudara, atau teman bermain.

Fungsi keluarga adalah sebagai motivasi utama bagi peserta didik, karena memiliki intensitas yang lebih tingi untuk menanamkan motif-motif tertentu bagi proses pembelajaran anak.

Hal paling mendasar yang digunakan sebagai motivasi dasar dalam islam adalah, pentingnya menanamkan unsur-unsur ideologi dalam proses pembelajaran, sehingga dalam proses perjalanan pembelajaran siswa tidak mengalami kegoncangan jiwa yang bisa menghambat hasil dari pendidikan itu sendiri

problematika motivasi siswa dalam belajar

Pemimpin adalah seorang yang mampu mempengaruhi orang lain, dengan beberapa persyaratan, antara lain, memiliki intelektualitas yang tingi, mampu melakukan hubungan sosial yang baik, kematangan emosional, fisik yang baik, imajiner dan mau berkerja keras. Akan tetapi dalam kenyataan di lembaga pendidikan  kita jarang dijumpai seorang guru yang memiliki kriteria di atas.

Ada beberapa persyaratan yang harus dimaksimalkan dalam memecahkan problematika tersebut, karena dalam kenyataanya manusia selalu mengharapkan adanya nasehat dan petunjuk dari orang lain sebagai bentuk kebutuhan primer dari fitrah manusia itu sendiri. Diantara problematika yang perlu di antisipasi dalam lembaga pendidikan kita adalah:

1. kurangnya Memadukan motif-motif kuat yang sudah ada

Misalnya motif untuk menjadi sarjana tidak dipadukan dengan motif untuk menonjolkan diri yang kebetulan ada pada diri siswa agar berhasil dalam belajar.

2. tidak adanya kejelasan  tujuan yang hendak dicapai

Semakin jelas tujuan belajar semakin kuat motif untuk mencapainya, setidak-tidaknya semakin efektif berbuat. Oleh karena itu sangat ideal apabila guru merumuskan dengan jelas tujuan belajar.

3. tidak adanya rumusan tujuan sementara

Suatu kegiatan yang mempunyai tujuan yang jauh dapat dipenggal-penggal hingga didapat tujuan sementara atau tujuan jangka pendek.

4. kurangnya Merangsang pencapaian kegiatan

Semakin dekat tujuan, semakin kuat motif untuk mencapainya. “Kedekatan tujuan” dapat dilakukan dengan membuat tujuan sementara, sebab mencapai tujuan sementara menyadarkan siswa dalam usaha mencapainya.

5. tidak adanya situasi persaingan

Pada umumnya dalam diri setiap individu ada usaha untuk menonjolkan diri atau ingin dihargai. Kecenderungan ini dapat disalurkan dalam persaingan sehat di mana guru menciptakan suasana setiap siswa giat berusaha.

6. kurangnya menumbuhkan Persaingan dengan diri sendiri.

Siswa diberi tugas yang berbeda sehingga siswa itu sendiri yang akan melihat tugas mana yang paling baik hasilnya. Dengan demikian dia dapat mempergunakan upaya yang digunakan pada waktu mengerjakan pekerjaan yang paling baik hasilnya.

7. kurang maksimalnya laporan hasil yang dicapai

Apabila telah selesai pekerjaan siswa maka beritahukan hasilnya sehingga dia semakin giat mencapainya lagi dengan lebih baik. Inilah keuntungan yang utama bila hasil pekerjaan diberitahukan pada setiap orang.

8. tidak adanya  contoh yang positif dari pendidik

Guru yang mengharapkan sesuatu dari siswanya harus juga memperlihatkan yang dimintainya itu terpancang dalam diri guru. Dengan demikian siswa menilai guru tersebut bekerja baik. Hal ini menimbulkan kegairahan belajar dalam diri siswa. Lebih jelasnya, seorang guru harus mempunyai strategi pendekatan yang mampu mempengaruhi siswa dalam belajar.

C. Motivasi dalam belajar

Dalam perilaku belajar terdapat motivasi belajar.motivasi belajar tersebut ada yng instrinsik atau ekstrinsik. Penguat motivasi-motivasi belajar tersebut berada di tangan para pendidik/guru dan anggota masyarakat lain. Guru sebagai pendidik bertugas memperkuat motivasi belajar selama minimum 9 tahun pada usia wajib belajar. Orang tua bertugas memperkuat motivasi belajar sepanjang hayat.

1. Unsur-unsur yang mempengaruhi motivasi belajar

Motivasi belajar sebenarnya ada dalam diri siswa. Dalam kerangka pendidikan formal, motivasi belajar tersebut ada dalam jaringan rekayasa pedagogis guru. Dengan tindakan pembuatan persiapan mengajar, pelaksanaan belajar-mengajar, maka guru menguatkan moyivasi belajar siswa. Sebaliknya, dilihat dari segi emansipasi kemandirian siswa, motivasi belajar semakin meningkat pada tercapainya hasil belajar. Motivasi belajar merupakan segi kejiwaan yang mengalami perkembangan, artinya terpengaruh oleh kondisi fisiologis dan kematangan psikologis siswa. Unsur-unsur yang mempengaruhi motivasi belajar antara lain:

a. Cita-cita dan aspirasi siswa

Motivasi belajar tampak pada keinginan anak sejak kecil seperti keinginan beljar berjalan, makan makanan yang lezat, berebut permainan, dapat membaca,dll.

Keberhasilan mencapai keinginan tersebut menumbuhkan kemauan yang giat, bahkan di kemudian hari menumbuhkan cita-cita dalam kehidupan. Timbulnya cita-cita di pengaruhi oleh perkembangan akal, moral, kemauan, bahasa, dan nilai-nilai kehidupan, selain itu juga di barengi oleh perkembangan kepribadian.

Dari segi emansipasi kemandirian, keinginan yang terpuaskan dapat memperbesar kemauan dan semangat belajar. Dari segi pembelajaran, penguatan dengan hadiah atau juga hukuman akan dapat mengubah keinginan menjadi kemauan, dan dari kemauan menjadi cita-cita. Keinginan berlangsung sesaat atau dalam jangka waktu yang singkat, sedangkan kemauan dapat berlangsung dalam jngka waktu yang lama. Kemauan telah di sertai dengan perhitungan akal sehat. Cita-cita dapat berlangsung sepnjng hayat

b. Kemampuan siswa

Keinginan seorang ank perlu diikuti dengan kemampuan atau kecakapan mencpainya. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa kemampun akan memperkuat motivasi anak untuk melaksanakan tugas-tugas perkembngan. Sebagai contoh, keinginan membaca perlu di barengi dengan kemampuan mengenal dan mengucapkan bunyi huruf-huruf.kesukran mengucapkan huruf “r” misalnya, dapat diatasi dengan latihan mengucapkan huruf “r” yang benar. Latihan berulang kali menyebabkan terbentuknya kemampuan mengucapkan huruf-huruf yang lain, maka keinginan anak untuk membaca terpenuhi.

c. Kondisi siswa

Kondisi siswa yang meliputi kondisi jasmani dan rohani mempengaruhi motivasi belajar. Seorang siswa yang sedang sakit, lapar atau marah-marah akan mengganggu perhatian belajar. Sebaliknya seorang siswa yang sehat, kenyang, dan gembira akan mudah memusatkan perhatian.

d. Kondisi lingkungan siswa

Lingkungan siswa dapat berupa keadaan alam, lingkungan tempat tinggal, pergaulan sebaya, dan kehidupan kemasyarakatan. Sebagai anggota masyarakat maka siswa dapat terpengaruh oleh lingkungan sekitar. Oleh karena itu kondisi lingkungan sekolah yang sehat, pergaulan siswa yang rukun, ketertiban perlu dipertinggi mutunya dengn lingkungan yang mn, sehat, tenterm, tertib dan indah, maka semangat dan motivasi belajar mudah diperkuat.

e. Unsur-unsur dinmis dalam belajar dan pembelajaran

Siswa memiliki perasaan, perhatian, kemauan, ingatan, dan pikiran yang mengalami perubahan berkat pengalaman hidup. Pengalaman dengan teman sebayanya berpengaruh pada motivasi dan perilaku belajar. Lingkungan siswa yang berupa lingkungan alam, lingkungan tempat tinggal, dan pergaulan juga mengalami perubahan. Lingkungan budaya siswa yang berupa surat kabar, majalah, radio, televisi, dan film semakin menjangkau siswa. Siswa yang masih berkembang jiwa raganya, lingkungan yang semakin bertambah baik, merupakan kondisi dinimis yang bagus bagi pembelajaran.

f. Upaya guru dalam membeljarkan siswa

Guru adalah seorang pendidik professional yang berkenbang.tugas profesionalnya mengharuskan ia belajar sepanjang hayat. Upaya guru membelajarkan siswa terjadi di sekolah dan diluar sekolah. Upaya pembelajaran di sekolah meliputi:

· Menyelenggarakan tata tertib belajar di sekolah

· Membina disiplin belajar dalam tiap kesempatan, seperti pemanfaatan waktu dan pemeliharaan fasilitas sekolah

· Membina belajar tertib pergaulan

· Membina belajar tertib lingkungan sekolah

Upaya pembelajaran terhadap anak didik:

· Pemahaman tentang diri siswa dalam rangka kewajiban tertib belajar

· Pemanfaatan penguatan berupa hadiah, kritik, hukuman secara tepat guna

· Mendidik cinta belajar

Upaya pembelajaran guru di sekolah tidak terlepas dari kegiatan luar sekolah. Pusat pendidikan luar sekolah yang penting adalah keluarga, lembaga agama, dan pusat pendidikan pemuda yang lain.

2. Upaya meningkatkan motivasi belajar

a. Optimalisasi penerapan prinsip belajar

Upaya pembelajaran terkait dengan beberapa prinsi belajar. Beberap prinsip belajar tersebut antara lain:

1) Belajar menjadi bermakna jika siswa memahami tujuan belajar, oleh karena itu, guru perlu menjelskn tujuan belajar ecara hierarkis.

2) Belajar menjadi bermakna bil siswa dihadapkan pada pemecahan masalah yang menantangnya; oleh karena itu peletakan urutan masalah yang menantang harus disusun guru dengan baik

3) Belajar menjadi bermakna bila guru mampu memusatkan segala kemampuan mental siswa dalam program kegiatan tertentu;oleh karena itu, disamping mengajarkan bahan secara terpisah-pisah, guru sebaiknya membuat pembelajaran unit atau proyek.

4) Sesuai dengan perkembangan jiwa siswa, maka kebutuhan bahan-bahan belajar siswa semkin bertmbah, oleh karena itu, guru perlu mengatur bahan dari yang paling sederhana sampai paling menantang. Sebaiknya, bahan tersebut diatur dalam prinsip memenuhi kebutuhan aktualisasi diri

5) Belajar menjdi menantang bila siswa memahami prinsip penilaian dan faedah nilai beljarnya bagi kehidupan dikemudian hari, oleh karena itu, guru perlu memperhatikan criteria keberhasilan atau kegagalan belajar.

b. Optimalisasi unsur dinamis belajar dan pembelajaran

Guru adalah pendidik sekaligus pembimbing belajar. Guru lebih memahami keterbatasan waktu bagi siswa. Seringkali siswa lengah tentang nilai kesempatan belajar. Oleh karena itu guru dapat mengupayakan optimalisasi unsure-unsur dinamis yang ada dalam diri siswa dan yang ada di lingkungan siswa upaya optimalisasi tersebut sebagai berikut:

1) Pemberian kesempatan pada siswa untuk mengungkap hambatan belajar yang dialaminya

2) Memelihara minat, kemauan dan semangat belajarnya sehingga terwujud tindak belajar.

3) Meminta kesempatan kepada orang tua siswa atau wali agar member kesempatan kepada siswa untuk beraktualissi diri dalam belajar.

4) Memanfaatkan unsure-unsur lingkungan yang mendorong belajar, misalnya surat kabar, dan tayangan televise yang mengganggu pemusatan perhatian belajar agar dicegah

5) Menggunakan waktu secara tertib, penguat dan suasana gembira terpusat pada perilaku belajar, pada tingkat ini guru memberlakukan upaya “belajar merupakan aktualsasi diri siswa”

6) Guru merangsang siswa dengan penguatan memnberi rasa percaya diri bahwa ia dapat mengatasi segala hambatan dan “pasti berhasil”

c. Optimalisasi pemanfaatan penglaman dan kemampuan siswa

guru adalah penggerak perjalanan belajar bagi siswa.Sebagai penggerask, maka guru perlu memahami dan mencatat kesukaran-kesukaran siswa. Sebagai fasilitator belajar, maka guru diharapkan memantau tingkat kesukaran pengalaman belajar, dan segera membantu mengatasi kesukaran belajar. Bantuan mengatasi kesukaran belajar perlu diberikan sebelum siswa putus asa. Guru wajib menggunakan pengalaman belajar dan kemampuan siswa dalam mengelola siswa belajar. Upaya optimalisasi pemanfaatan pengalaman siswa tersebut dapat dilakukan sebagai berikut:

1) Siswa ditugasi membaca bahan belajar sebelumnya; tiap membaca bahan belajar siswa mencatat hal-hal yang sukar, catatan hal-hal yang sukar tersebut kemudian diberikan kepada guru.

2) Guru mempelajari hal-hal yang sukar bagi siswa

3) Guru memecahkan hal-hal yang sukar dan mencari cara memecahkannya

4) Guru mengajarkan cara memecahkan dan mendidikan keberanian mengatasi kesukaran

5) Guru mengajak serta siswa mengalami dan mengatasi kesukaran

6) Guru memberi kesempatan kepada siswa yang mampu memecahkan masalah untuk membantu rekan-rekannya yang mengalami kesukaran

7) Guru memberi penguatan kepada siswa yang berhasil mengatasi kesukaran belajarnya sendiri

8) Guru menghargai pengalaman dan kemampuan siswa agar belajar secara mandiri.

d. Pengembangan cita-cita dan aspirasi belajar

Guru adalah poendidik anak bangsa . ia berpeluang merekayasa dan mendidikan cita-cita bangsa. Mendidikan cita-cita belajar pada siswa merupakan upaya memberantas kebodohan masyarakat. Upaya mendidikan dan mengembangkan cita-cita belajar tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara.cara-cara mendidik dan mengembangkan yang dapat dilakukan antara lain:sebagai berikut:

1) Guru menciptakan suasana belajar yang menggembirakan, seperti mengatur kelas dan sekolah yang indah dan tertib. Setiap siswa dapat merasa nyaman dan betah tinggal di sekolah.

2) Guru mengikutsertakan semua siswa untuk memelihara fasilitas belajar

3) Guru mengajak serta siswa untuk membuat perlombaan unjuk belajar, seperti lomba baca, lomba karya tulis ilmiah, serta lomba-lomba katrampilan lainnya

4) Guru mengajak serta orangtua siswa untuk memperlengkap fasilitas belajar seperti buku bacaan, majalah, alat olahraga dll.

5) Guru memberanikan siswa untuk mencatat keinginan-keinginan siswa; siswa diajak berdiskusi tentang keberhasilan atau kegagalan mencapai keinginan , selanjutnya siswa diminta merumuskan keinginan-keinginan yang baru

6) Guru bekerjasama dengan pendidik lain seperti orangtua, ulama, masyarakat sekitar untuk mendidikkan dan mengembangkan cita-cita belajar sepanjang hayat.

clip_image001[1] Meningkatkan motivasi belajar anak / siswa
Hasil belajar ditentukan antara lain oleh gabungan antara kemampuan dasar anak dan kesungguhan dalam belajar. Kesungguhan ditentukan oleh motivasi yang bersangkutan. Oleh karena itu sangat penting menumbuhkan motivasi belajar anak.
Apa yang menyebabkan anak termotivasi dalam belajar?
1. Anak yakin bahwa apa yang dipelajari akan bermanfaat bagi dirnya.
2. Anak yakin akan bisa memahami pelajaran tersebut
3. Situasi belajar menyenangkan

Apa yang perlu dilakukan oleh orangtua untuk meningkatkan motivasi belajar anak:
1. Keteladanan orang tua bisa membangkitkan motivasi belajar anak. Artinya orang tua harus menunjukkan pula bahwa diapun senang belajar, sehingga anak akan mengikutinya.
2. Tentukan target bersama dan berikan intensif. Sebagai contoh: bila anak masuk 5 besar, maka dia akan mendapatkan hadiah/jalan-jalan.
Apa yang perlu dilakukan oleh guru untuk meningkatkan motivasi belajar anak:
1. Memakai teknik pembelajaran yang inovatif (memakai vcd, komputer, atau wisata ke lapangan)
2. Guru menyampaikan tujuan belajar, sebelum mulai pelajaran.
3. Guru memahami bahwa motivasi menentukan keberhasilan belajar siswa
4. Siswa diberikan kesempatan untuk berinteraksi dan bekerjasama
5. Sarana dan prasarana belajar kondusif
Cara belajar yang dapat memotivasi anak untuk guru
1. Kaitkan pelajaran dengan kehidupan sehari-hari anak dan tunjukkan manfaatnya untuk masa depan mereka.
2. Bantu anak membuat target dalam hidupnya. Harga dirinya akan tumbuh apabila dia berhasil mencapai targetnya.
3. Ciptakan hubungan yang hangat dengan siswa. Contohnya: mengenal nama siwa, ramah, dll
4. Gunakan cara mengajar yang inovatif. Contohnya memakai alat peraga.
5. Berikan siswa kebebasan untuk berpendapat
6. Salurkan minat dan kegemaran siswa dalam berbagai kegiatan
7. Bentuklah kelompok-kelompok belajar.

Cara memotivasi siswa yang enggan/males belajar
1. Berikan anak target jangka pendek yang sesuai dengan kemampuannya. Diharapkan anak termotivasi dan harga dirinya tumbuh karena dapat menyelesaikan tugas yang diberikan kepadanya..
2. Bantu siswa menuliskan target sendiri dan bantulah agar dia dapat mencapainya.
3. Jangan mengkritik siswa, karena kritik akan menurunnkan rasa percaya diri dan membuat jauh hubungan antara guru dan murid.
4. Berikan insentif bila perlu. Sering siswa yang enggan belajar termotivasi bila diberikan hadiah
5. Lakukan konseling untuk mengetahui sebab malas belajarnya.
Pentingnya tanggapan (umpan balik) dalam meningkatkan motivasi belajar anak
1. Berikan segera tanggapan setelah siswa mengerjakan tugas
2. Berikan pujian bila siswa sukses mengerjakan tugas
3. Berikan jalan keluar bila siswa bingung. Jangan langsung memberi bantuan, usahakan siswa mampu mengerjakan sendiri.

Read Full...

Chat

ShoutMix chat widget

Visitors

 
Powered By Blogger
Powered By Blogger
Powered By Blogger
© Grunge Theme Copyright by GORESAN TINTA EMAS | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks